Be careful with your words. Once they are said, they can only be forgiven not forgotten.

Be careful with your words. Once they are said, they can only be forgiven not forgotten.



Ayah dan Bunda,
Saya tahu untuk tidak takut, karena tangan kalian selalu ada untuk menggenggam tangan saya. Saya tahu jika saya lari terlalu kencang, kalian akan mengikuti saya untuk membantu saya bangun jika saya tersandung dan jatuh.Cinta kalian tak pernah berkurang, bahkan ketika saat ini saya sudah bisa berdiri di atas kaki saya sendiri. Apakah kalian bangga? Saya ya - akan semua yang pernah kalian ajarkan kepada saya. Saya berada disini hari ini karena cinta kalian. Dorongan dan sedikit petunjuk arah yang benar.
Kalian tak pernah mengatakan kata - kata ‘Kami kan sudah katakan, tetapi membiarkan saya belajar dengan cara saya, saya dapat menghadapi tantangan ; saya dapat menghadapi krisis ; saya percaya diri akan diri saya sendiri.
Terimakasih Ayah dan Bunda.
Bagaimana kalian tahu apa yang harus dilakukan? Bagaimana kalian tahu harus berkata apa? Saya tahu cinta kalian pada saya lah yang menuntun kalian, tetapi saya dapat membayangkan kalian dapat membiarkan saya membuat kesalahan saya sendiri, itulah pelajaran terbaik yang saya dapatkan.Kearifan kalian dalam situasi tertentu tidak dapat memisahkan kita tapi justru membuat kita semakin dekat bersama.Saya harap saya dapat menggunakan semua yang pernah kalian ajarkan pada saya dalam kehidupan saya saat ini dan dengan keluarga saya.
Teimakasih atas cinta, kepercayaan dan bimbingan.
Anakmu tercinta,
Arya Pradita

Ayah dan Bunda,


Saya tahu untuk tidak takut, karena tangan kalian selalu ada untuk menggenggam tangan saya. Saya tahu jika saya lari terlalu kencang, kalian akan mengikuti saya untuk membantu saya bangun jika saya tersandung dan jatuh.
Cinta kalian tak pernah berkurang, bahkan ketika saat ini saya sudah bisa berdiri di atas kaki saya sendiri. Apakah kalian bangga? Saya ya - akan semua yang pernah kalian ajarkan kepada saya. Saya berada disini hari ini karena cinta kalian. Dorongan dan sedikit petunjuk arah yang benar.


Kalian tak pernah mengatakan kata - kata ‘Kami kan sudah katakan, tetapi membiarkan saya belajar dengan cara saya, saya dapat menghadapi tantangan ; saya dapat menghadapi krisis ; saya percaya diri akan diri saya sendiri.


Terimakasih Ayah dan Bunda.


Bagaimana kalian tahu apa yang harus dilakukan? Bagaimana kalian tahu harus berkata apa? Saya tahu cinta kalian pada saya lah yang menuntun kalian, tetapi saya dapat membayangkan kalian dapat membiarkan saya membuat kesalahan saya sendiri, itulah pelajaran terbaik yang saya dapatkan.
Kearifan kalian dalam situasi tertentu tidak dapat memisahkan kita tapi justru membuat kita semakin dekat bersama.
Saya harap saya dapat menggunakan semua yang pernah kalian ajarkan pada saya dalam kehidupan saya saat ini dan dengan keluarga saya.


Teimakasih atas cinta, kepercayaan dan bimbingan.


Anakmu tercinta,



Arya Pradita


wakeupthedrones:

Not the best quality but good enough :P

wakeupthedrones:

Not the best quality but good enough :P



kebebasan

ada yang lucu, saat kita bicara tentang kebebasan. memang kita tau artinya apa??

siapa pun boleh punya definisi, tapi mungkin saja kita tidak benar-benar mengerti..

satu hal : kebebasan adalah lepas dari belenggu. lebih-lebih kemerdakaan hawa nafsu, kebebasan juga punya garis edar bukan berarti tidak punya aturan. kebebasan boleh jadi kemerdekaan berekspresi, tapi bukan berarti menyepelekan hak seorang makhluk untuk di hargai.

kawan, kebebasan itu adalah fitrah, bagaimanapun sesuatu yang terbungkus rapih dan terjaga akan jauh lebih berharga. sungguh, wanita adalah seindah-indah makhluk. apapun alasannya ia teramat berharga untuk sekedar dipertontonkan dan dieksploitasi. ia teramat berharga…

** untuk wanita mulia, yang paham apa yang tidak semua orang paham. bahwa siapapun ia, ia sangat amat berharga**


seonggok pasir yang menyadarkan saya

Seonggok Pasir Yang Menyadarkan saya, ya benar seonggok pasir yang benar-benar membuat saya sadar, sadar akan betapa kerasnya sebenarnya perjuangan hidup, sadar akan betapa berat hidup ini bagi mereka-mereka yang berjuang demi keping-keping receh rupiah…

Awal dari pemikiran ini adalah ketika ayah saya membeli pasir untuk menguruk samping rumah yang memang agak landai sehingga jika hujan datang pasti digenangi air, singkat cerita pasir sudah datang dan ditempatkan di depan rumah, nah tugasnya adalah membawa pasir tersebut dari depan rumah ke samping rumah atau ketempat yang landai tadi, karena jumlah pasirnya tidak sedikit dan kondisi ayah saya juga sudah tidak muda akhirnya kita cari orang untuk membantu mengerjakan tugas tersebut, datanglah namanya “Pak Udin”, orang suruhan ayah, orangnya ga terlalu besar, umur 40an lebih dikit dan dia memiliki gerobak sampah yang jadi tumpuan untuk menghidupi 4 anaknya, tanpa banyak kata dengan sedikit arahan dari ayah pak udin dengan cangkul di pundaknya langsung bergegas mulai bekerja dengan penuh semangat, nampak di raut wajahnya semangat itu, tampak wajah ke 4 anaknya dalam kobar semangatnya itu,saya tau persis, karena dengan semangat seperti itulah dulu ayah bekerja demi saya…

Bersamaan dengan itu sayapun juga mencari cangkul di dalam gudang dan langsung ikut membantu Pak Udin untuk memindahkan pasir dari depan menuju kesamping rumah cangkul demi cangkul, pasir dimasukkan ke dalam alat yang namanya Glendeng ( Kendaraan beroda 2 buatan warga fungsinya untuk mengangkut barang2 tertentu, ex. pasir, batu bata, dsb..), satu Glendeng saya masih sanggup, 2 Glendeng saya masih kuat, 3 Glendeng dah mulai lunglai, 4 Glendeng saya sudah K.O, capek mencangkul dan capek mendorong Glendeng dari depan ke samping rumah, capek…benar- benar capek, capek sekali, sangat capek sehingga saya harus duduk istirahat, saya melemaskan pinggang yang terasa kaku kram, menghela nafas dalam-dalam untuk menahan degupan jantung yang semakin kencang, sementara itu kulihat tampak Pak Udin dengan semangat juang tinggi tak henti mengulang kegiatan yang tadi kita lakukan bersama, “hebat….” benak saya berkata untuk menyanjung Pak Udin dalam hati, betapa hebat dia…dengan usia segitu tapi masih kuat bekerja seberat itu…

Dalam diam itu banyak yang saya renungkan, banyak hal menjadi jelas di kepala saya, seakan jawaban baru saja terungkap, jawaban atas pertanyaan yang tak pernah saya ajukan, saya sadari satu hal bahwa hidup itu ternyata seperti ini, hidup itu tak seperti yang saya ketahui selama ini, yang saya tahu hidup itu mudah, tanpa perjuangan, berjalan apa adanya, tanpa usaha, namun ternyata sebaliknya, hidup itu tak semudah yang saya bayangkan dan yang saya lalui selama ini, memang yang saya lalukan tadi hanya mengangkat pasir dan mencangkul dari depan ke samping rumah, namun itu adalah gambaran jelas, ada saya disitu yang tidak kuat karena hanya mengangkat 4 Glendeng pasir, dan juga ada Pak Udin disitu yang menjadi aktor utama dari gambaran tersebut, beliau terus mencangkul, terus membawa pasir dengan peluh yang tak henti, namun beliau semangat…semangatnya adalah 4 putranya, yang selalu dia bawa untuk bahan bakar tenaganya dalam menghabiskan sisa pasir yang masih ada didepan rumah..bahan bakar untuk mendapatkan upah yang hanya 75 ribu untuk menghidupi anggota keluarganya, salut…saya salut pada Pak Udin..Saya sendiri tidak yakin akan mampu berbuat seperti beliau suatu saat nanti…

Sejenak saya masih terdiam, dan akhirnya saya mulai tersadar dari lamunan tersebut, dalam sadar tersebut saya serasa menjadi orang baru, dalam sadar tersebut saya merasa mempunyai tongkat yang lebih kuat untuk saya jadikan pegangan dalam menghadapi hidup kelak, setidaknya saya lebih faham bahwa hidup itu lebih berat daripada 4 Glendeng pasiryang berhasil kupindahkan bersama Pak Udin, atau bahkan seberat sisa pasir yang masih harus dipindahkan Pak Udin, sekali lagi terima Kasih pada Seonggok Pasir yang telah menyadarkan saya…

Itu sedikit gambaran perasaan yang saya rasakan saat ini, bahkan yang mampu saya gambarkan disini mungkin tidak lebih dari 30% saja, hanya saya yang dapat merasakan arti ini, namun tidak ada salahnya jika anda sedikit berempati untuk mampu merasakkan dahsyatnya pengalaman dalam menerpa hidup kita, memberikan pelajaran yang tak pernah ada metode kurikulumnya, hanya kemampuan dari masing2 yang akan dapat mengambil pelajaran itu, semoga anda juga dapat mengambil sedikit pelajaran dari yang coba saya gambarkan disini, terima kasih dan……..Selesai…


Kebencian yang memuncak itu ternyata masih ada, bahkan ketika bayangan masa lalu melintas. rasa benci itu terkadang berubah menjadi rasa jijik. Bukannya saya sengaja atau tidak berusaha mengikhlaskanya, saya bahkan selalu merayu diri saya sendiri, “ayolah, maafkan dan lupakan”. dan saya sempat percaya kalau saya sudah berhasil melakukannya.

Bukan salah saya, jika bayangan kelam itu masih bergelayut dan memprovokasi. Tapi jangan senang dulu ! karena saya tidak membiarkannya meracuni pikiran saya, sebut saja saya orang konyol, bodoh atau apapun itu, jika saya tidak bisa melakukan itu.

karena pada akhirnya nanti, saya yakin bisa melakukanya. Dan saya akan benar - benar mamaafkan dan melupakan memori yang sangat melekat di pikiran saya.

Semoga kamu selalu bahagia.


osake osake

gaduh


sajak - sajakan

semua kosong semua bohong, tak ada isi hanya basa-basi, sekarang musiman, besok kedinginan, kedinginan rindu yang sendirian, nanti jemu kemudian semu, semu yang usang bercampur sendu hanya mengadu dibalik perdu, malu, aku mau palu, yahhhh, palu, smoga menimpa kepala itu, kepala para benalu yang hanya singgah lalu berlalu membawa seluruh sembilu yang saya beli minggu lalu. saya beli dekat peternakan keledai, keledai bodoh, yang melompat-lompat seakan ia tupai, padahal sepandai tupai melompat ia pasti jatuh juga, apalagi keledai yang bodoh??? hahaha, kasihan, sudahlah, kita tinggalkan saja tupai dan keledai, mereka tahu akan hidup mereka, jadi tidak usah diajak melompat untuk membaca sajak ini, mungkin bukan sajak sebenarnya, tapi hanya tulisan biasa yang saya namakan sajak, tanpa pajak atau retribusi, tak ada kongkalikong atau kolusi, sajak, sajak yang tak ada narasi, karena ini hanya basa-basi, hanya omong kosong, jadi ini bohong?? yah, ini bohong, ini hanya musiman, karena saya kedinginan, merindu dan sendirian ..